Statistika : Pengertian Hipotesis, Jenis, Contoh, Pengujian

Statistik dan Penelitian

Statistika : Pengertian Hipotesis,  Jenis, Contoh, Pengujian – Dalam ilmu statistik, tidak bisa dilepaskan dengan istilah hipotesis. Hipotesis bisa diartikan sebagai pernyataan dari statistik tentang parameter populasi. Sedangkan  statistik adalah ukuran – ukuran yang dikenakan pada sampel, misalnya:

  • r = Koefisien Korelasi, 
  • X = rata – rata, 
  • s = simpangan baku, dan 
  • S^2 = varian

Parameter adalah ukuran – ukuran yang dikenakan pada populasi, misalnya:

  • = rata – rata, 
  •   = simpangan baku
  •  
    = koefisien korelasi.
  •     S^        = varians,

Jadi dapat disimpulkan bahwasanya statistik itu adalah taksiran terhadap parameter populasi yang di ukur melalui data – data sampel.

 

1. Hipotesis

Dalam statistik dan penelitian ada  2 macam hipotesis, Yakni :

A. Hipotesis dalam statistik

Hipotesis dalam statistik adalah pernyataan statistik tentang parameter populasi.

1. Hipotesis Nol (H0), merupakan jenis hipotesis yang dapat diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara parameter ( ukuran populasi ) dan statistik ( ukuran sampel ). Jadi, dalam penelitian yang diuji adalah hipotesis nol.

2. Hipotesis Alternatif (Ha), yaitu hipotesis yang dapat diartikan sebagai adanya perbedaan antara parameter ( ukuran populasi ) dan statistik ( ukuran sampel ).


B. Hipotesis dalam penelitian

Hipotesis dalam penelitian adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah pada suatu penelitian.


2. Bentuk Rumusan Hipotesis

Terdapat 3 macam bentuk rumusan alam memnyusun hipotesis yaitu :

  1. Hipotesis Deskriptif 
  2. Hipotesis Komparatif ( Perbandingan ) 
  3. Hipotesis Asosiatif ( Hubungan )

 

A. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat hubungan atau perbandingan. Contohnya adalah sebagai berikut :
 

Rumusan masalah :

  • A. seberapa tinggi daya tahan lampu merek A? 
  • B. seberapa tinggi produktivitas kerja di PT X? 
  • C. Berapa lama daya tahan lampu merek A dan merek B?

-Hipotesis-

  • A. Daya tahan lampu merek A adalah 700 jam 
  • B. Produktivitas kerja di PT X adalah 800 unit perjam 
  • C. Daya tahan lampu merek A adalah 400 jam dan merek B adalah 500jam

 

B. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah hipotesis yang berupa pernyataan yang menunjukan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda. Contoh dari hipotesis komparatif adalah sebagai berikut :
 

Rumusan masalah :

  • Apakah terdapat perbedaan daya tahan lampu merek A dan B?

-Hipotesis-

  1. Tidak terdapat perbedaan daya tahan lampu antara lampu merek A dan lampu merek B
  2. Daya tahan lampu merek B paling kecil dibandingkan dengan lampu merek A
  3. Daya tahan lampu merek B paling tinggi dibandingkan dengan lampu merek A

 

C. Hipotesis Asosiatif ( Hubungan )

Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh dari hipotesis asosiatif adalah sebagai berikut:
 

Rumusan masalah:

  • Apakah ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja?

-Hipotesis Statistiknya:

  1. H0: p = 0 (tidak adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektifitas kerja) 
  2. Ha: p=0 ( ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan evektifitas kerja)

 

3. Taraf kesalahan dalam pengajuan hipotesis

Pengujian hipotesis pada dasarnya adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel.

 Terdapat 2 cara menaksir:

  • A. Titik Taksiran (a point estimate): yaitu suatu taksiran parameter populasi berdasarakan satu nilai data sampel 
  • B. Titik Interval( interval estimate/confidence interval ): yaitu suatu taksiran parmeter populasi berdasarkan nilai interval data sampel.

 

Contoh :

A. Titik Taksiran ( a point estimate )

Hipotesis :
Daya tahan kerja orang indonesia adalah 9 jam/hari. nah, 9 jam/hari tersebut merupakan titik taksiran karena daya tahan kerja orang indonesia ditaksir dengan satu nilai yaknni 9 jam/hari.

B. Titik Interval ( inteval estimate/confidence inteval):

Hipotesis:
Daya tahan kerja orang indonesia antara 8 sampai dengan 13 jam/hari. Antara 8 sampai dengan 13 jam/hari tersebut merupakan titik interval
Taraf kesalahan

Parameter dapat ditaksir dengan menggunakan nilai tunggal ( point estimate ) tetapi hal ini akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan interval estimate.


Makin besar interval taksirannya, maka makin kecil kesalahannya. Dengan demikian semakin kecil taraf kesalahan yang ditetapkan, maka interval estimatenya semakin lebar, sehingga tingkat ketelitian taksiran semakin tinggi.

 

4. Kesalahan Dalam Pengujian Hipotesis

Dalam pengujian hipotesis terdapat 2 buah macam kesalahan, yakni :

Kesalahan tipe 1:

Adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol ( H0 ) yang benar ( seharusnya diterima ). Dalam hal ini tngkat kesalahan dinyatakan dengan ‘ ‘ ( dibaca alpha ).

Kesalahan tipe 2 :

Adalah kesalahan bila meneriman hipotesis yang salah ( seharusnya ditolajk ). Tingkat kesalahan ini dinyatakan dengan ‘ ‘ ( dibaca betha ).

Leave a Reply