Sejarah Reformasi dan Latar Belakang Reformasi Di Indonesia Tahun 1998


Sejarah Reformasi dan Latar Belakang Reformasi Di Indonesia Tahun 1998 – Setelah indonesia merdeka pada tahun 1945 indonesia mencatat beberapa peristiwa bersejarah yang salah satunya adalah sejarah tentang reformasi pada tahun 1998. tuntutan masyarakat yang mendesak mundur nya pemrintah dalam jabatannya hingga berujung demo besar – besaran dari mahasiswa yang turun kejalan hingga sampai mundurnya presiden. sebelum kita tilik lebih lanjut tentang sejarah dan latar belakang reformasi di indonesia pertama – tama kita pahami dulu tentang reformasi.

 

1. Pengertian Reformasi

Siapa sih yang belum pernah mendengar kata reformasi, pasti pernah dengar atau melihat dalam halaman buku sejarah atau PKN kalian. Jadi apa Reformasi itu?
 
Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa.

A. Reformasi Protestan: Kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16, yang dipimpin oleh Martin Luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin, dll. Reformasi Protestan adalah suatu skisma dari Gereja Katolik yang diprakarsai oleh Martin Luther dan dilanjutkan oleh Yohanes Calvin, Ulrich Zwingli, serta para Reformis Protestan awal lainnya di Eropa pada abad ke-16. Gerakan ini umumnya dianggap telah dimulai dengan publikasi 95 Tesis oleh Luther pada 1517, dan berlangsung sampai berakhirnya Perang Tiga Puluh Tahun melalui Perdamaian Westfalen pada 1648.
 
B. Reformasi Katolik, kadang disebut “Kontra Reformasi”, adalah periode pembaruan pada Gereja Katolik yang diawali dengan Konsili Trente sehubungan dengan struktur gerejani, tarekat religius, gerakan kerohanian, dan dimensi politis. Beberapa tokoh yang menonjol diantaranya: St. Pius V, St. Ignatius Loyola, 
St. Teresa dari Avila, St. Yohanes dari Salib, St. Fransiskus dari Sales. Reformasi Katolik (bahasa Latin: Reformatio Catholica) atau Kebangunan Katolik adalah periode kebangkitan Katolik yang diawali sebagai tanggapan terhadap Reformasi Protestan, bermula dari Konsili Trento (1545–1563) dan berakhir pada penutupan Perang Tiga Puluh Tahun (1648).
 
C. Reformasi Indonesia: Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru, yaitu era reformasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )
Reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan ( bidang sosial, politik, atau agama ) dalam suatu masyarakat atau negara.

Atau secara garis besar Reformasi adalah suatu perubahan tatanan perikehidupan lama dalam tatanan perkehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah perbaikan.
Tujuan Reformasi

Menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.
Tahukah kalian ternyata di indonesia pernah juga mengalami reformasi.

 

( Baca Juga : Pengertian Dan Makna Pancasila )

 

2. Kronologi Reformasi Di Indonesia

Reformasi di indonesia terjadi pada tahun 1998, penyebab reformasi tersebut adalah kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah. Kepercayaan terhadap pemerintah berkurang karena pemerintah tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Bentuk pemerintahan sebelum reformasi terjadi banyak dikuasai oleh ABRI oleh sebab itu rasanya tidak ada demokrasi dalam bernegara.

Seperti diketahui pada masa sebelum reformasi indonesia berada pada era orde baru yang dipimpin oleh presiden Soeharto selama 32 tahun lamanya, dan selama masa pemerintahan presiden Soeharto tersebut ABRI atau saat ini adalah TNI memiliki fungsi ganda yang di sebut Dwi Fungsi ABRI.

Selain itu juga masyarakat indonesia dihadapkan dengan perekonomian negara yang merosot dan juga tindakan KKN yang dilakukan elite politik di istana.

Puncaknya pada mei tahun 1998 menjadi salah satu bulan yang sangat penting bagi masyarakat tanah air. Runtuhnya rezim orde baru terjadi pada kamis 21 mei 1998 saat presiden Soeharto resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia di istana negara Jakarta.

Setelah pengumuman Soeharto mundur dari jabatannya B.J Habiebie yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden dilantik menjadi presiden ke 3 Indonesia oleh mahkamah agung, karena pelantikan di gedung DPR tidak memungkinkan karena setiap sudut gedung telah diduduki mahasiswa beberapa hari sebelumnya.

Mundurnya Soeharto dari jabatannya jadi presiden bukan tanpa alasan, malam sebelum pengunduran dirinya sekitar 14 mentrinya telah menolak bergabung dengan komite reformasi. Dan 2 hari sebelum pengunduran presiden Soeharto sempat memanggil 9 tokoh islam diantaranya Nur Kholis Majid, Gus Dur, serta tokoh lainnya, dalam undangan tersebut para tokoh islam itu pun menolak bergaung dalam komite reformasi nasional dan menyampaikan jika bangsa indonesia mengharapkan presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.







 

Latar belakang kepemimpinan Soeharto tumbang karena demonstrasi besar – besaran mahasiswa yang berhasil menduduki gedung DPR dan MPR. Tidak hanya mahasiswa yang menggeruduk gedung MPR & DPR sejumlah tokoh yang bergabung dalam gerakan reformasi nasional juga berdatangan diantarany Ali Sadikin, W.S Rendra, Solihin Gepek, Megawati Soekarnoputri, dan Amin Rais dll. Di hari yang sama 18 mei 1998 kejutan besar datang tiba – tiba dari ketua DPR Harmoko yang menggelar konferensi pers yang menyikapi tuntutan reformasi.

Orang dekat Soeharto ini meminta Soeharto mundur dari jabatannya. Gelombang unjuk rasa mahasiswa semakin massive, Ribuan mahasiswa dari berbaga elemen mendatangi dan menduduki gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ). Mereka menuntut soeharto mundur hingga menginap beberapa hari disana.
Kerusuhan hingga penjarahan massal beraroma sara terjadi disejumlalh titik di ibukota. Mulai dari 13 hingga 15 mei 1998 bahkan pemerkosaan warga keturunan tionghoa menyelimuti kerusuhan di ibu kota. 

 

 (Baca Juga : Pengertian Ideologi Ekstrim Fasisme dan Negara Yang Menganutnya)

Tepat pada 12 mei 1998 4 mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta gugur setelah ditembak aparat keamanan saat berunjuk rasa didepan kampusnya di daerah Grogol Jakarta Barat. Para mahasiswa ditembak aparat keamanan setelah terlibat bentrok saat menggelar unjuk rasa menuntut Soeharto mundur dari jabatannya. Gerakan mahasiswa menuntut adanya reformasi hingga membuat rezim Soeharto tumbang menjadi tonggak sejarah indonesia

Leave a Reply