SEJARAH PERDAGANGAN INTERNASIONAL

SEJARAH PERDAGANGAN INTERNASIONALPerdagangan adalah bagian yang paling Kontroversial dari hubungan Internasional, perdagangan menfasilitasi penyebaran teknologi, menyediakan pekerjaan, dan mempromosikan efisensi disisi lain Perdagangan bisa menghancurkan industry nasional, serta mengancam kebudayaan dan identitas bangsa, kesimpulannya perdagangan dapat menciptakan kerjasama dan konflik.


Kontoversi yang dihasilkan Perdagangan menjadikan perdagangan sebagai isu dalam masalah Internasional kontemporer

1. SEJARAH DARI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MASA KUNO

Dunia pada masa kuno dan pertengahan telah mengenal isu perdagangan. Thcydides menekankan strategi tentang pentingnya rute perdagangan antar Negara kota Sparta dan Athena serta kerajaan Masedonia. Aristoteles berjuang keras untuk mengatasi efek yang bertentangan tentang perdagangan di masyarakat Yunani,Kerajaan Roma mempercayai sumber kehidupan mereka terletak di perdagangan sepanjang masa kuno dari Britania hingga penaklukan Jerman serta Mesir. Gereja Khatolik Roma terikat dalam pertukaraan transnational dunia, yang membuat kesepakatan dengan berbagai macam budaya di dunia. 

A. ABAD KE 16

Sejarah significhant dari perdagangan antar negara dimulai pada abad ke 16 yang disebut dengan periode Merchantilism. Kerajaan dari Negara-negara Eropa bagian Barat menggunakan Perdagangan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan dan power Negara mereka. Negara mencapai keuntungan membatasi perdagangan untuk meningkatkan surplus Negara mereka posisi saat ekspor lebih banyak daripada impor, tujuan utama dari perdagangan pada saat itu adalah untuk mengakumulasi kesejahteraan serta kekayaan Negara. Negara terikat pada praktek yang ganas, yaitu monopoli sumber daya dan pekerja dengan harga murah, serta membangun koloni yang bisa menciptakan pasar yang tertawan dan tempat penyimpanan dari industry perdagangan dan cadangan emas.

B. ABAD 18 DAN AWAL ABAD 19

Bagian selanjutnya pada abad ke 18 dan awal abad ke 19 pengaruh dari Tulisan Adam Smith (1723-1790) dan David Richardo (1772-1823) menjadi popular di kalangan pedagang /Merchant dan entrepreneur/ pengusaha. Adam Smith menekankan pemerintah untuk memberlakukan pendekatan Laissez-faire terhadap ekonomi termasuk dalam perdagangan internasional, Richardo melalui teorinya Comparative Advantage memperdebatkan bahwa praktek perdagangan Merchantilism sebenarnya menyakiti Negara-negara karena mereka mempromosikan industry yang tidak efisien, sebuah surplus dari perdagangan tidak bisa dijaga karena hal tersebut dapat menyebabkan inflasi dalam negeri.

Pemikir ekonomi Liberal ini membentuk fondasi ideology untuk British Hegemony  dan untuk aturan-aturan tentang perdagangan pada abad ke 19, pada saat itu perdagangan dicirikan sebagai Multilateral, tariff rendah dan batas penggunaan quota. Setelah 1846 perdagangan internasional berkembang dengan adanya pencabutan BRITISH CORN LAW, sebuah pengurangan unilateral dari tarif agricultural, aksi ini dibalas secara internasional, jadi perdagangan dalam bidang sumber daya alam dan manifaktur tetap tumbuh.

Negara-negara Eropa memiliki koloni di Afrika, India dan asia tenggara serta Amerika latin, dan mereka telah memaksa perjanjian dagang dengan masyarakat lain seperti China dan Jepang.Ketika perdagangan Internasional membawa kesejahteraan ke banyak Negara di Eropa dan US, hal tersebut juga membawa kekerasan dan dominasi terhadap yang lainnya.

C. PERANG DUNIA I

Ekspansi dan perluasan dari perdagangan terus berlanjut hingga PD I 1914, PD I menghimbau kompetisi ekonomi yang agresif antar Negara yang tidak berperang satu sama lain. Pemerintah dipengaruhi oleh ide-ide Alexander Hamilton dan Friedrich List mengadopsi kebijakan nasionalis untuk melindungi dan mengembangkan sector industry dari perekonomian mereka. Kemudian The great depression menyebabkan Negara menjadi lebih protektif sebagai pemerintahan untuk melindungi industry domestic mereka dari perdagangan yang ganas. Pada tahun 1930 contohnya US melakukan aksi SMOOT HAWLEY yang memulai memasang tarif impor lebih dari 50% dalam upaya proteksi.

D. PERANG DUNIA II

Setelah agresi german dan Jepang yang menyebabkan perang dunia ke 2 perdagangan internasional menyisakan penyimpangan dan pembatasan. Melihat ke belakang, pejabat US yang umumnya adalah liberalis ekonomi nasionalis dan keganasan kebijakan “beggar thy Neighbor” pada awal abad 20 mempercepat perang dunia dan depresi akibat intervensi, di sisi lain politik dan kebutuhan yang mendesak dari Negara memenangkan ekonomi dan inisiatif dari individu private, mereka juga mengetahui bahwa program kesepakatan Rosevelt yang baru telah memberikan dampak yang positif dalam ekonomi domestic dan membangkitkan harapan dari masyarakat.

E. AFTER WW II

Lalu setelah PD II tantangan untuk pemimpin US dalam ekonomi internasional adalah bagaimana untuk membangun ekonomi liberal internasional di sebuah dunia yang dibinasakan oleh perang dan dihambat oleh adanya under development atau keterbelakangan. US menghadapi tantangan pasca Perang dunia dengan membangun system BRETTON WOODS, pembuat system ini umumnya adalah ekonom Inggris Jhon Maynard Keynes (1883-1946) mencoba untuk mencari balance atau keseimbangan antar kepentingan negara. Bretton Wood system didasari oleh 3 pilar, yaitu:

  1. Pertumbuhan ekonomi, stabilitas moneter dan perdagangan , 
  2. Kedua pilar yang pertama berlabuh pada Bank dunia dan IMF, 
  3. Pilar yang ketiga yaitu perdagangan dimulai dengan beberpa negosiasi yang  menghasilkan persetujuan general dalam hal tariff dan perdagangan (GATT). 

Tujuan prinsip dari GATT adalah untuk menjalankan perdagangan internasional melalui pengurangan tarif, dengan pembebanan dari hal timbal balik, tidak bersifat diskriminatif, dan multilateral. Tujuan-tujuan ini diwujudkan melalui beberapa seri ronde dimana negosiator perdagangan akan mencari cara untuk mengurangi tarif untuk satu Negara, kemudian mengaplikasikannya pada negara lainnya. Alat utama dari proses ini adalah MNF yaitu Most Favored Nation status , makna dari MNF adalah bahwa Negara anggota harus memperlakukan semua Negara yang lainnya dengan perlakuan yang sama. Jika ada Negara yang memberi sebuah konsensus terhadap suatu Negara anggota, maka artinya ada consensus yang sama terhadap semua anggota lainnya. 

GATT adalah sebuah institusi yang didesign untuk ekonomi pasar, jadi umumnya Negara-negara Komunis tidak ambil bagian dalam institusi ini, sebagai tambahan bentuk baru dari proteksi terhadap perdagangan disebut sebagai NONTARIFF BARRIERS (NTBs) , NTB lebih sulit untuk diidentifikasi dan lebih susah untuk melakukan negosiasi karena mereka melibatkan alat kebijakan ekonomi yang tradisional seperti pajak, subsidi dan regulasi. Pemerintah mewakili dan meregulasi atau mengatur “public good” barang barang public dan aksi mereka bisa menghalangi aliran barang-barang produksi secara bebas, 

Jenis lain dari NTB adalah voluntary export restriction (VER), Ver adalah negosiasi perjanjian bilateral untuk memabatasi angka barang-barang yang mereka kirim ke Negara lain . tahun1980 contohnya Reagean memberlakukan VER dengan Jepang untuk mengurangi ekspor produk Jepang terhadap US. Regulasi pemerintah juga bisa dianggap sebagai NTBs, pemerintah bisa memerintahkan atau menetapkan standar keamanan dan lingkungan suatu produk, yang bisa mengurangi kompetisi antar Negara, beberapa Negara bahkan punya kebijakan industry yang memanfaatkan regulasi dan subsidi pemerintah untuk memberikan perjanjian istimewa untuk beberapa industry, yang akan membantu mereka dalam persaingan perdagangan internasional.

Perdagangan dalam financial atau keuangan, komersil, dan pelayanan teknologi juga berdampak pada perpolitikan. Di beberapa Negara financial yang penting serta institusi komersil seperti Bank ,perusahaan asuransi, dimiliki dan diatur oleh Negara yang dapat dibantah bahwa pelayanan ini sangat bertentangan dengan ekonomi yang sehat. Ketidak sepakatan dalam hal liberalisasi telah menyebabkan negosiasi yang parallel.

Berdasarkan advokasi perdagangan bebas, perlindungan terhadap industry agricultural dan jasa telah membuat sector ini tidak efisien,dan tidak bisa bersaing. Banyak lahan pertanian di US masih disubsidi. 

2. WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO)

Kesulitan dalam meliberalisasi sector pertanian dan jasa , bersama dengan meningkatnya penggunaan NTBs, menganjurkan kelompok GATT untuk membentuk WTO, ada beberapa alasan yang melandasi hal tersebut :

  1. GATT secara fundamental merupakan perjanjian internasional yang bersifat sementara 
  2. Yuridiksi GATT terbatas , secara teknis hanya dapat mengawasi tariff serta quota dalam barang-barang manufaktur dan industry. 
  3. GATT sebagai organisasi statusnya dipertanyakan.

01 januari 1995 WTO secara resmi beroperasi, markas besar di Geneva, Switzerland WTO terdiri dari 149 anggota, WTO menggabungkan persetujuan GATT terdahulu dan ditambah masalah agricultural dan jasa dan hak kepemilikan intelektual, WTO juga punya wewenang untuk mereview dampak kebijakan Negara terhadap perdagangan dan untuk memberikan sanksi terhadap Negara yang menyimpang, pendanaan WTO adalah berasal dari iuran masing-masing anggota dari total hasil perdagangan antar anggota WTO.


WTO memiliki beberapa kesuksesan di awal kemunculannya, WTO mampu untuk membuat anggota-anggotanya komitmen pada pembicaraan liberalisasi di jasa financial dan telekomunikasi, tahun 1997, 68 negara setuju untuk memperluas liberalisasi untuk dasar telekomunikasi ketika 70 negara setuju untuk membuka sector jasa financial , dengan demikian bisa mengakaunting 95% perdagangan dalam bank, asuransi, keamanan dan informasi financial.

  1. WTO menggunakan consensus sebagai jalan unntuk mencapai kesepakatan, jika consensus tidak berhasil maka akan diambil voting dengan aturan dua`per tiga atau dua perempat, masing Negara memiliki sartu suara. WTO diorganisir berdasarkan 4 level Ministerial Conference, yang dihadiri oleh semua anggota, pertemuannya paling tidak sekali 2 tahun, pembahasan tentang rencana jangka panjang organisasi, ketika WTO melakukan consensus 4 situasi yang memungkinkan voting, intrepretasi dari persetujuan perdagangan multilateral, untuk melepaskan kewajiban yang diasumsi dibawah perjanjian perdagangan, amandemen terhadap perjanjian multilateral yang membutuhkan restu ministerial.
  2. General Council, terdiri dari badan yang saling berkesinambungan, termasuk badan settlement dispute dan badan trade policy review. 
  3. Level ke tiga terdiri dari council yang menjaga area perdagangan , terdiri dari good council, services council, trade related aspect of intellectual prosperity (TRIPS)
  4. Membagi area ini menjadi lebih spesifik seperti akses atau rintangan teknologi, semua anggota WTO memiliki organ ini,bagaimanapun umumnya pekerjaan dilakukan dalam komite.

WTO didukung oleh birokrasi kecil yang dinamakan secretariat, terdiri dari Secretary Director general, dan 4 deputi directors general, secretariat merupakan staff yahli dalam bidang perdagangan dan ekonomi, fungsi secretariat adalah mengurangi peran Negara dalam negosiasi perdagangan multilateral dengan menawarkan analisis yang netral.

Negara juga bisa melindungi industry yang sangat menjanjikan di masa depan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kekayaaan, banyak pemerintahan menggunakan proteksi untuk mempromosikan kesejahteraan domestic, pada abad ke 19 tarif dan kewajiban merupakan sumber yang paling prinsip dari pendapatan  pemerintah, sekarang tariff hamper hilang dan banyak Negara meningkatkan pendapatan dengan menggunakan pajak.

Namun bagaimanapun proteksi dapat menyebabkan ketidakefektifan dan tidak produktifnya  industry.

Leave a Reply