Pengertian Dasar Saham dan Pasar Modal


Bagi kalian yang membaca artikel ini bisa dikatakan kalan tertarik akan berinvestasi, aar saat melakukan investasi sebaiknya terlebih dahulu harus mencari informasi mengenai hal – hal yang berhubungan dengan investasi yang akan dilakukan. Karena dengan memperoleh banyaknya informasi investasi tersebu maka fondasi kalian sudah cukup kuat.
Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai pengertian dasar daripada saham dan pasar modal, informasi ini berdasarkan referensi dari buku trading investasi saham ala swing trader dunia. Langsung saja !


Saham

 

Saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perseroan terbatas. Maksudnya adalah karena syarat suatu perseroan terbatas ( PT ) yang mana sesuai dengan undang – undang PT no. 1 tahun 1995 adalah memiliki sejumlah saham dan sesuai dengan klasifikasinya. Dengan kata lain saham juga bisa diartikan adalah sebuah bukti investasi seseorang dalam suatu perusahaan.
Klasifikasi Saham
Saham menurut klasifkasinya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis saham khusus dan jenis saham biasa.
  • Saham khusus adalah saham yang memiliki hak khusus dalam perusahaan ( misalkan mendapat pembagian keuntungan lebih awal dibanding pemilik saham lainnya ).
  • Sedangkan saham biasa adalah saam yang tidak memiliki hak lebih selain hak umum yaitu mendapatkan pembagian keuntungan sesuai dengan jadwal pembagian keuntungan yang akan dirapatkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ). Saham biasa selanjutnya akan disebut sebagai saham dan memiliki keunggulan dibandingkan saham khusus, yaitu dapat dipindah tangankan secara bebas kepada pihak lain sehingga dapat diperjual belikan dalam suatu wadah yang disebut bursa saham.

Di indonesia sendiri bursa saham saat ini hanya terdapat satu bursa, yaitu bursa efek indonesia ( BEI ). Di bursa efek indonesia ini terdapat mekanisme jual dan beli saham yang hanya dimiliki oleh perusahaan perseroan terbatas dengan status terbuka (TBK ). Terbuka ( TBK ) adalah merupakan sebuah perusahaan berbentuk perseroan terbatas yang mana saham nya berstatus go public.
Untuk menjadi sebuah perseroan terbatas status terbuka perlu memenuhi beberapa persyaratan diantaranya :
  • Berbadan hukum
  • Perusahaan dalam skala tertentu ( Skala nasional )
  • Memiliki kinerja yang baik dan bentuk yang nyata serta memiliki laporan keuangan
  • Memiliki suatu prospek usaha yang menjanjikan sehingga dapat diminati publik
  • Sehat secara hukum ( taat hukum )
  • Memiliki reputasi yang baik
  • Membayar kewajiban pajak
Karena diperjualbelikan secara bebas pada bursa, maka harga sebuah saham bisa mengalami kenaikan dan penurunan harga akibat permintaan dan penawaran pada pasar. Saham merupakan sebuah produk utama dalam instrumen pasar modal yang ditransaksikan. Ada beberapa produk turunan ( derivative ) yang muncul dari transaksi jual – beli yang terjadi karena saham pada bursa, diantaranya : Index, Options, ETF, Unitlinked, dan Reksadana.
Terdapat dua cara dalam berinvestasi dalam saham, yaitu membeli dan menyimpan saham tersebut dan mendapatkan pembagian keuntungan hal tersebut biasa disebut dengan istilal dividen sedangkan cara lainnya adalah dengan membeli lalu menjual kembali saham sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih nilai jual dan beli  atau biasa juga disebut dengan istilah capital gain.
 
Serta dalam pembelian saham sendiri melalui 2 cara, yaitu :
Membeli pada saat sebuah saham akan terbit dan mulai ditawarkan perdananya ( IPO ) dan membeli melaui pasar sekunder yang kita kenal dengan bursa saham.
 
Adapun badan yang bertugas untuk membina, mengatur, dan mengawasi sehari – hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang lembaga keuangan badan yang berwenang tersebut adalah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( BAPEPAMLK ).
 
Selain itu dalam transaksi ual beli saham ada juga jasa pihak perantara perdagangan yang biasa di sebut dengan broker saham. Di Indonesia terdapat 117 broker saham yang terdaftar dan memiliki izin untuk melakukan transaksi di pasar bursa. Berdasarkan sistenya, broker saham dibagimenjadi 2 kategori yaitu, broker dengan sitem offline atau konvensional dan broker dengan sistem perdagangan online.
 
Broker saham offline adalah dalam melakukan transaksi investor perlu menghubungi broker melalui telepon sedangkan pada broker saham online invesor dapat melakukan transaksi secara langsung dimana broker bertindak sebagai penyedia jaringan antara bursa dan investor.
Online trading merupakan trend yang cukup baru di Indonesia dan belum banyak broker yang menyediakan jasa online trading, adapun broker yang menyediakan jasa online trading di Indonesia adalah :
  1. E – Trading
  2. PT Philip Securities Indonesia
  3. Samuel Securities
  4. Indo Premier Securities
  5. BNI Securities
  6. Dongsuh Securities
  7. Panin Sekuritas
  8. Anugrah Securindo Indah
  9. Kim Eng Online Trading
  10. TriMegah Online Trading.

Leave a Reply