PANCASILA – Pengertian dan Makna Nilai Yang Terkandung Dalam Lambang Pancasila

 

PANCASILA – Pengertian dan Makna Nilai Yang Terkandung Dalam Lambang Pancasila – Para tokoh yang terlibat mendirikan bangsa Indonesia telah menyusun dan merumuskan pancasila sebagai dasar ideologi negara. Dengan disusunnya pancasila para founding father bangsa meyakini bahwa indonesia akan memiliki pondasi yang kuat dalam hidup berbangsa dan bernegara dimasa yang akan datang.

 

1. Pancasila

Pancasila digambarkan dengan seekor burung garuda yang menoreh ke kanan. Garuda pancasila dirancang oleh Sultan Hamid 2 dan diresmikan pada 11 Februari 1950 saat berlangsungnya sidang kabinet Indonesia Serikat. Garuda pancasila terdiri atas 3 komponen utama yaitu Burung Garuda Perisai dan Pita Putih.

  1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
  2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
  3. PERSATUAN INDONESIA
  4. KERAKYATAN YANG DI PIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
  5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
  Banyak hal yang harus dilaui sampai akhirnya butir-butir pancasila itu bisa ditetapkan sebagai dasar negara. Kalau hafal saja tidak, bagaimana mau mengamalkan nya?
Demikian sekilas mengenai sila-sila dalam Pancasila beserta makna gambar yang terdapat dalam lambang Burung Garuda.

2. Makna Butir – Butir Pancasila

Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Bangsa indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa. 
  2. Rakyat indonesia beriman dan taqwa kepada tuhan yang maha esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing baik kelompok atau individu yang menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 
  3. Mengembangkan sikap saling menghormati antar sesama manusia dan antusias dalam bekerja sama antar sesama pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap tuhan yang maha esa 
  4. Membina kerukunan hidup antar sesama pemeluk agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa 
  5. Agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia terhadap tuhan yang maha esa 
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan berbadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing 
  7. Tidak memaksakan agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa terhadap orang lain

 

Sila ke 2 : Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

  1. Mengakui dan memperlakukan mausia sesuai harkat dan martabatnya sesuai mahluk ciptaan tuhan Yang Maha Esa. 
  2. Mengakui persaan derajat dan persamaan hak dan kewajiban asasi sesama manusai tanpa memandang jabata, suku, agama, keturunan, kepercayaan,kedudukan, warna kulit, jenis kelamin, dll 
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia 
  4. Mengemabangkan sikap saling tenggang rasa 
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain 
  6. Menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan 
  7. Berani serta gemar melakukan kegiatan kemanusiaan 
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan  
  9. Bangsa indonesia adalah merupakan bagian dari umat manusia dunia
  10. menanamkan sikap  saling menghormati dan antusias dalam bekerja sama dengan bangsa atau negara lain

 

Sila ke 3 : Persatuan Indonesia

  1. Memprioritaskan asas persatuan dan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan 
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara danbangsa apabbila diperlukan 
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa 
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air indonesia
  5. Ikut menjaga stabilitas keamanan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial 
  6. Mengembangkan persatuan indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika 
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

 

Sila ke 4 : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat setiap manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain 
  3. Mengutamakan musyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama 
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan 
  5. Harus saling hormat – menghormati dan menjunjung tinggi atas setiap keputusan yang diambil sebagai hasil musyawarah 
  6. Dengan bijak dan dengan bertanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil dari keputusan musyawarah 
  7. Di dalam musyawarah dutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan 
  8. Musyawarah dilakukan dengan sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur 
  9. Keputusan yang dicapai haruslah bisa di pertanggung jawabkan secara moral kepada tuhan yang Maha Esa. Serta menjunjung tinggi atas harkat dan martabat sesama manusia, nilai kebenaran, keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama 
  10. Dapat memberikan rasa percaya kepada wakil – wakil rakyat dalam melaksanakan permusyawaratan

 

Baca Juga : Sejarah dan Relevansi Politik Luar Negeri Bebas Aktif

 

Sila ke 5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

  1. Mengembangkan sikap yang luhur yang mencermikan sikap kekeluargaan dan ke gotong royongan 
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama 
  3. Menjaga keseimbangan  antara hak dan kewajiban
  4. Menghormati hak orang lain 
  5. Suka memberikan pertolongan kepada orang lain 
  6. Tidak menggunakan aset pribadi untuk usaha – usaha yang mengandung sifat pemerasan terhadap orang lain 
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hall-hal yang bersifat pemborosan gaya hidup mewah 
  8. Tidak menggnakan hak mlik untuk pertentangan dengan atau merugikankepentingann umum 
  9. Suka bekerja keras 
  10. Dapat menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan  kemajuan ang merata dan berkeadilan sosial

Leave a Reply