Pahami Siklus Menstruasi Yang Sehat

Kenali Siklus Menstruasi Yang Sehat – Bagi kalian para wanita pasti tidak asing dengan menstruasi, setiap wanita diseluruh dunia pasti akan mengalami hal ini. Apalagi yang pertama kali merasakan menstruasi biasanya akan merasa shock atau kaget, jadi baiknya sebagai orang tua yang memiliki anak perempuan sebaiknya memerikan edukasi dini agar si anak dapat siap dan tidak kaget jika mengalami menstruasi.

 

1. Pengertian Menstruasi

Menstruasi adalah suatu keadaan keluarnya darah dan sel – sel epitel yang membentuk dinding rahim. Wanita yang mengalami menstruasi akan mengeluarkan darah pada bagian alat reproduksinya. dalam ilmu kedokteran menstruasi memiliki siklus, dari siklus tersebut juga bisa dipelajari mengenai menstruasi yang sehat dan menstruasi yang tidak sehat.

 

2. Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah proses perubahan yang terjadi pada organ reproduksi wanita dalam hal untuk memprsiapkan kehamilan. Dalam organ reproduksi wanita terdapat banyak otot namun ada otot pada rahim yang dinamakan myometrium dan dalam myometrium terdapat lapisan yang dinamakan endometrium.

Dalam siklus menstruasi ini tejadi perubahan pada lapisan endometrium karena pada bagian tersebut kaya akan pembuluh darah yang akan menebal seiring berjalannya waktu. Endometrium ini berfungsi sebagai tempat untuk mempersiapkan pembuahan sel telur dan sebagai tempat bertumbuhnya zigot. Selain endometri ada juga Ovarium yang merupakan induk telur yang memproduksi sel telur guna proses pembuahan. Dalam prosesnya ovarium akan memproduksi sel telur setelah itu sel telur akan menuju tubafallopi dan menunggu disana sampai sperma datang untuk selanjutnya terjadi proses pembuahan.

menstruasi terjadi karena tidak adanya sperma sehingga sel telur yang berada pada tuba fallopi tidak terjadi pembuahan. Oleh karena itu sel telur tersebut akan berjalan menuju rahim atau tepatnya menuju endometrium dan disana akan terjadi proses peluruhan karena tidak dibuahi. Dari proses peluruhan tersebut hasilnya endometrium dan sel telur akan keluar melalui organ intim wanita dan menyebabkan pendarahan yang terjadi antara 2 hingga 7 hari.

Pada umumnya satu siklus menstruasi berlangsung selama kurang lebih 28 hari. Akan tetapi, ada wanita yang mengalami siklus menstruasi ini lebih pendek ataupun lebih panjang.

 

A. Siklus menstruasi pendek

Siklus menstruasi pendek ini biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 18 hari .

 

B. Siklus menstruasi panjang

Dan untuk siklus menstruasi panjang akan berlangsung  selama kurang lebih 40 hari.

 

3. Fase – Fase Menstruasi

 

A. Fase Menstuasi/Fase Pendarahan

Pada fase menstruasi atau fase pendarahan Hormon FSH ( Follicle Stimulating hormone ) memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Hormon FSH ini merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari atau hipofisis yang berada pada bagian depan otak. 

Biasanya gejala pada fase ini ditandai dengan rasa saikt di bagin perut karena terjadinya kontraksi pada rahim karena proses peluruhan endometrium dan sel telur yang tidak tidak dibuahi. Proses pendarahan ini akan terjadi sekitar 2 -7 hari.
Pada fase ini akan terjadi indikasi – indikasi sebagai berikut :
  • Sakit pada perut karena kontraksi yang terjadi
  • Gangguan pada mood karena penurunan kadar estrogen
  • Merasa lemas 
  • Kurang percaya diri 
  • Dan mempengaruhi mood.

 

B. Fase Folikuler

Pada fase folikuler kelenjar pituitari akan menstimulasi hormon FSH. Ovarium akan menghasilkan sel telur atau ovum sehingga akan menyebabkan peningkatan kadar estrogen. Peningkatan kadar estrogen tersebut akan mengembalikan mood yang sempat turun karena mengalami fase pertama dari menstruasi. Fase folikuler terjadi kurang lebih selama 13 hari.

 

C. Fase Ovulas

Terjadi pada hari ke 13 atau pada hari ke 14 pada siklus menstruasi pada fase ini, ovarium yang memproduksi sel telur akan masuk ke tuba fallopi. Pada fase ini akan terjadi pelonjakan hormon estrogen sehingga seorang wanita pada fase ini akan berada pada mood terbaiknya, seperti :

  • Merasa ceria
  • Percaya diri
  • Dan gairah seksualnya akan meningkat.

 

D. Fase Luteal

Fase luteal ini terjadi pada hari ke 15 sampai hari ke 28 ditandai dengan menurunnya kadar estrogen dan meningkatnya hormon progesteron dan akhirnya akan terjadi penebalan pada dinding endometrium untuk mempersiapkan proses kehamilan. Pada fase ini sel telur akan menuggu apakah akan terjadi pembuahan atau tidak? Dan jika tidak terjadi maka ovarium akan menyebabkan menurunnya hormon estrogen dan akan kembali mengalami menstruasi.

Leave a Reply