Langkah – Langkah Sederhana Membuat Dokumen Profesional

https://www.lukmanadr.com/langkah-langkah-sederhana-membuat-dokumen-profesional/(opens in a new tab)

 

Langkah – Langkah Sederhana Membuat Dokumen Profesional Bagi mahasiswa tugas membuat makalah adalah suatu hal yang wajar hampir setiap minggu selalu ada saja tugas dalam bentuk makalah. tetapi selain tugas pembuatan makalah mahasiswa juga dihadapkan dengan tugas akhir atau TA dengan pembuatan skripsi yang tentu saja skripsi dan makalah adalah sama-sama tugas karya tulis ilmiah tetapi serupa bukan berarti sama. Berbeda dengan makalah skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang dituntut lebih matang baik dari pembahasan dan pemaparan materi tidak ketinggalan juga dituntut matang dalam penyusunan. karena dalam skripsi ada aturan mengenai struktur penulisan.

Nah aturan-aturan struktur penulisan ini jika diterapkan maka akan menghasilkan sebuah karya tulis yang disebut sebagai dokumen profesional. seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa skrpsi merupakan salah satu contoh dari dokumen profesional. tapi dalam pembahasan kali ini penulis akan memberikan sebuah tutorial bagaimana cara membuat sebuah dokumen profesional soalnya pada dasarnya dokumen profesional ini bersifat serius karena biasanya digunakan untuk pengambilan sebuah keputusan. tutorial yang akan dibahas dalam artikel ini hanya tentang dasar dari dokumen pofesional mulai dari apa saja yang harus ada dan juga ketentuan penulisan dokumen.

1. Komponen Dokumen Profesional

Yang dimaksud dengan komponen dokumen profesional adalah hal apa saja yang harus ada dalam sebuah dokumen.

  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Daftar Tabel 
  5. Daftar Gambar dan Bagan
  6. Daftar Lampiran
  7. Bab 1 (Pendahuluan)
  8. Bab 2 (Pembahasan)
  9. Bab 3 (Penutup)
  10. Kesimpulan
  11. Daftar Pustaka
Itulah sebelas komponen utama yang harus ada dalam pembuatan sebuah dokumen profesional. sebenarnya untuk point 10 (Kesimpulan) bisa disatukan kedalam point 9(Penutup) tetapi bisa juga untuk dipisah karena urgensi dari kesimpulan hampir sama dengan komponen yang lainnya. jadi penulis lebih menyarankan jika kesimpulan dipisah dengan bagian penutup.

BACA JUGA : MENGIDENTIFIKASI DOKUMEN – DOKUMEN KANTOR

2. Ketentuan Dalam Penulisan Dokumen

Selain komponen diatas kita tidak bisa langsung mengetik atau menyusun dokumen begitu saja, karena dalam penyusunan dokumennya pun memilliki ketentuan yang harus diikuti, mulai dari font atau huruf apa yang harus digunakan, berapa ukuran font (title, headers, subheaders, konten), berapa jarak space antar kata, Dll. dan inilah ketentuan dalam penyusuna sebuah dokumen profesional :
  • Bidang pengetikan berjarak antara masing-masing tepi kiri, atas, kanan, bawah adalah 4, 4, 3, 3 cm. Hasil pengetikan adalah tepi kanan rata (Full justification).  

 

  • Halaman cover berisi judul dokumen dibagian atas dengan susunan piramida terbalik apabila lebih dari satu baris dengan font Times New Roman 14 Pt. Capital bagian tengah cover diletakan logo dengan ukuran yang proporsional ( pastikan logo tanpa background), Bagian bawah dokumen dituliskan nama dan alamat lembaga, dan tahun penulisan dokumen dalam baris terurut dengan font Times New Roman 11 pt.

 

  • Awal paragraf dimulai 1, 2 cm (7 ketukan) dari tepi kiri bidang pengetikan. Sesudah tanda baca titik (.), koma (,), titik 2 (:), dan titik koma (;) hendaknya diberikan jarak satu ketukan kosong.
     
  • Spasi baris berjarak 1,5. Jarak antara akhir judul bab  dengan awal teks adalah 24 pt. Jarak anata akhir teks dengan sub judul adalah 12 pt.
     
  • Jenis huruf untuk teks dokumen adalah arial 12 pt, untuk judul bab adalah Times New Roman 16 pt, dan sub judul pertama adalah Times New Roman 14 pt, sub judul berikutnya mengikuti sub judul pertama dengan ukuran menuru dengan interval 1 pt. Sub judul menggunakan format numbering seperti : Bab 1 Pendahuluan, 1.1. Latar Belakang, 1.1.1. Sub dari latar belakang, Dll.
     
    1. Huruf normal digunakan untuk teks induk.
    2. (Caption) judul tabel, judul gambar, judul bagan, judul lampiran menggunakan huruf miring. 
    3. Jenis huruf miring digunakan untuk : 1) Kata non bahasa Indonesia yang masih asing, 2) Kata berasal dari bahasa daerah, 3) Istilah belum lazim, dan 4) Bagian penting ( untuk bagian penting tidak boleh digunakan bold-normal, tetapi boleh bold-miring). 
    4. Jenis huruf tebal digunakan untuk : 1) Judul bab, 2) Judul sub bab, 3) Bagian penting dari suatu contoh dicetak bold-italic.Penggunaan huruf normal, miring (italic), dan huruf tebal (bold) diatur sebagai berikut :
  • Bagian awal dokumen diberi nomor halaman menggunakan angka romawi kecil ( misalnya i, ii, iii, iv, dll) di tengah bagian bawah halaman. Nomor halaman pada bagian inti dan bagian penutup dokumen menggunakan angka arab ditengah bagian bawah halaman. Nomor untuk lampiran ditulis dengan menggunakan angka arab melanjutkan nomor halaman sebelumnya.
  • Gambar, tabel bagan, terletak di tengah-tengah bidang pengetikan dengan caption yang disesuaikan.
  • Untuk tabel/gambar yang memerlukan ruang yang lebar gunakan orientasi kertas landscape.
  • Pada halaman-halaman awal dibuat kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar/bagan, daftar lampiran, serta pada halaman akhir dibuat daftar pustaka. 

BACA JUGA : PENGGUNAAN HURUF KAPITAL YANG BENAR SESUAI KBBI

 

Leave a Reply