Ingin Kerja di Jepang : Perhatikan 6 Hal Penting Beikut ini


Kerja Di Jepang – Jika kamu orang yang tertarik dengan negara jepang dan berencana untuk berkunjung, atau bahkan mencari pekerjaan di jepang. Alangkah baiknya jika kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini. Pada tahun 2019 jumlah warga negara indonesia yang bekerja dijepang lebih dari 56 ribu orang angka tersebut meningkat sekitar 12% dari tahun sebelumnya. Hal itu menjadi bukti minat warga Indonesia untuk mencari nafkah di negeri matahari terbit itu.


Pemerintah jepang menerapka sistem kerja life time work yang artinya adalah perusahaan tidak akan memecat karyawannya selain karyawan tersebut pensiun atau mengundurkan diri.

Meskipun begitu harus  di ingat bekerja dan hidup di jepang berbeda dengan di indonesia. Jika kamu termasuk orang yang pemalas dan memiliki kebiasaan telat maka jangan harap bisa bertahan dijepang karena meskipun kamu telat masuk kantor 1 menit saja bisa mencoreng nama kamu dan juga bisa berpengaruh terhadap gaji.

 
Selain  harus tepat waktu berikut adalah hal – hal yang harus diperhatikan jika bekerja di negara Jepang

 

1. Kerendahan Hati Lebih Penting Dibanding Kepercayaan Diri

Di jepang kamu diharapkan untuk menunjukkan kerendahan hati lewat cara bicara yang sopan dan bahasa tubuh. Ada 2 keuntungan kultural jepang yang dapat mendeskripsikan hal ini, yaitu otonashii ( bijaksana / dewasa ), dan enryo yang berarti menunjukkan rasa hormat lewat ekspresi keraguan. Jadi sebaiknya jaga cara bicaramu untuk membangun rasa kepercayaan para kolega.

 

2. Jangan Menolak Jika Diajak Minum – Minum

Nomikai atau pesta minum – minum sepulang kerja bersama kolega ini memiliki kekuatan yag tak biasa. Saat nomikai, kamu akan melihat sisi lain dari kolegamu ( bahkan atasanmu ). Jika mereka biasanya sangat serius di hari biasa, tapi saat nomukai inilah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri dengan mereka. Bisa saja kan mereka terlihat dingin di kantor karena terlalu sibuk. Tapi ingat, meski suasananya sangat nyaman, jangan bersikap terlalu kasual atau santai dan harus tetap memperhatikan sikap. karena orang jepang percaya jika manusia itu mempunyai beberapa wajah untuk dipakai. seperti 
  • Wajah Ketika Dikantor
  • Wajah Ketika Luar Kantor
  • Wajah Ketika Sendiri

Nah bagi kamu yang tidak kuat minum atau tidak minum – minuman beralkohol tenang saja kamu bisa kok pesan es jeruk atau es teh manis. karena orang jepang juga memiliki toleransi juga.

 

3. Tidak Semua Kesalahan Dimaafkan Begitu Saja

Hati – hati saat berbuat kesalahan kecil namun fatal saat bekerja di jepang. Atasanmu mungkin tak akan melepaskanmu dengan mudah. Karena di jepang melakukan kesalahan karena kurang teliti dapat membuat kolegamu meragukan kemampuannmu. Kamu akan menghabiskan waktu untuk membangkitkan kembali rasa kepercayaan kolega dan atasan kepadamu.

 

4. Mebersihkan Toilet Dapat Membantu Menjernihkan Pikiran

Jangan aneh jika kamu sering mendapati kolegamu atau bahkan orang jepang lainnya serig membersihkan toilet. Orang jepang percaya bahwa membersihkan kantor dan toilet adalah salah satu cara untuk menjernihkan pikiran. Kultur kebersihan ini telah tertanam di masyarakat jepang sejak kecil. Sejak duduk di sekolah dasar, para siswa diharapkan membersihkan kelas, koridor, dan kamar mandi. Kebersihan juga ada dalam ajaran Zen dan Shinto. 
  • Dalam ajaran Zen, memasak atau bersih –bersih dianggap setara dengan meditasi
  • Dalam ajaran Shinto, kebersihan dan kepercayaan adalah satu.

 

5. Ada Waktu Tertentu Yang Mebuat Kamu Harus Bersikap Sebagai ‘Gaijin’


 
Besikap sebagai orang asing yang bukan berasal dari jepang atau gaijin di waktu tertentu adalah hal yang patut diperhatikan olehmu karena banyaknya etika dan peraturan tak tertulis di jepang memang terkadang sedikit menyeramkan bagi orang asing atau gaijin. Memang, cara paling terbaik adalah menghormati dan mematuhi semua peraturan tersebut. Tapi orang asing biasanya tidak diharapkan untuk hidup dengan standar yang sama seperti orang jepang. Apalagi, orang asing tidak dibesarkan dengan kultur jepang. Oleh sebab itu jangan terlalu memaksakan kebudayaan karena bisa saja atasanmu menerima lamaran kerjamu karena berharap kamu dapat melakukan sesuatu hal sebagai orang asing. Misalnya :

  • Karena kerendahan hati sangat dihargai dimata para salaryman jepang dan membuat mereka sulit berperan sebagai penentu keputusan. Nah , disini kabu bisa menggunakan statusmu sebagai gaijin.

 

6. Pendekatan Masalah Kesehatan dan Keluarga Cukup Baik

Kultur kerja jepang memang kerap diasosiasikan dengan overtime, namun berbeda dengan masalah tanggung jawab akan keluarga dan kesehatan. Misalnya :

 

1. Cuti Orang Tua

Hukum di jepang memperbolehkan pria dan wanita mengambil cuti hingga satu tahun penuh setelah anak mereka lahir. Namun bagi orang jepang, mengambil cuti panjang itu masih dianggap tabu.

 

2. Kesehatan

Beberapa perusahaan tetap memberi gaji tetap dan mengizinkan karyawan mereka melakukan work from home atau kerja dari rumah dan mengurangi jam kerja saat sang karyawan tidak mampu untuk pergi ke kantor.

 

Kesimpulan

Jadi jika kamu akan memasuki dunia kerja hendaknya mempersiapkan diri baik dari skill, sikap, dan fisik. jangan melihat dimana kamu kerja karena bekerja di dalam negeri dan di luar negeri itu tidak berbeda. jangan jadikan hal – hal negatif seperti malas, sering membuang – buang waktu, sombong, dan berleha – leha jadi kebiasaan karena dunia kerja itu sangat berbeda. dan bagi kalian yang ingin bekerja di luar negeri semangat ya karena proses yang kalian lakukan menentukan hasil yang akan kalian dapatkan. Semangat!

Leave a Reply