Aset Akuntansi : Pengertian, Jenis, Contoh, Manfaat

 
Aset Akuntansi : Pengertian, Jenis, Contoh, Manfaat
Aset Akuntansi : Pengertian, Jenis, Contoh, Manfaat
 
Aset Akuntansi : Pengertian, Jenis, Contoh, Manfaat – Bagi kalian yang sedang belajar atau bekerja dalam bidang akunting pasti tidak asing dengan atau pasti akan berhadapan dengan yang namanya aset. Mungkin banyak dari kalian yang sedang belajar ilmu akunting belum mengenal aset ini. Oleh karena itu kita bahas apa yang dimaksud dengan aset, Jenis aset, contoh aset, dan manfaat aset.

1. Pengertian Aset

        Aset adalah salah satu akun yang penting dalam laporan keuangan. Aset dibagi menjadi dua macam,yaitu Aset Lancar dan Aset Tetap. Kedua aset ini dibagi berdasarkan dari likuiditas aset tersebut.Likuiditas yang berarti estimasi kelancaran aset menurut perusahaan yang dibagi berdasarkan mudah atau sulitnya aset didapatkan.

2. Pengertian Aset tetap dan Aset Tidak Berwujud

    Menurut beberapa ahli aset tetap adalah :
 

– Sofyan Safri

Aset tetap adalah aset suatu entitas yang menjadi hak milik perusahaan yang digunakan untuk memproduksi (Menghasilkan) barang atau jasa entitas bisnis.dan digunakan secara terus menerus.

-Gatot Supriyanto

Aset tetap adalah harta kekayaan atau sumber daya entitas (Perusahaan yang didapatkan dan dikuasai dari hasil kegiatan ekonomi pada masa lalu.Biasanya aset tetap digunakan dalam menjalankan aktifitas operasional usaha perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa.    
 
Menurut dewan standar akuntansi keuangan di dalam PSAK No.19(2009:19:2) yang dimaksud dengan aset adalah sumberdaya yang :
 
  • a. Dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lampau
  • b. Bagi perusahaan diharapkan akan menghasilkan manfaat ekonomis di masa depan.
 
Aset di bagi menjadi dua,yaitu aset tetap dan aset tidak berwujud.menurut pernyataan standar akuntansi keuangan,aset tetap (tangible fixed asset) adalah aset berwujud yang :
 
  • a. Dimiliki untuk digunakan dalam proses produksi atau sebagai penyediaan barang atau jasa untuk di rentalkan kepada pihak lain,atau untuk tujuan administratif
  • b. Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode.(Dewan Standar Akuntansi Keuangan.2009:16:2)
 
Adapun aset tidak berwujud (Intangible assets) adalah aset non-moneter yang dapat diidentifikasikan dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan untuk menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa,disewakan kepada pihak lainnya,atau tujuan administratif.(Dewan Standar Akuntansi Keuangan, 2009: 19:2). Contoh : Merek,Software komputer,hak cipta,resep,formula,model DLL.
 

3. Manfaat dan Cara Pengendalian Internal

 

A. Manfaat pengendalian internal aset tetap dan aset tidak berwujud

  1. Aset tetap dan aset tidak berwujud dimiliki oleh perusahaan dalam jumlah yang cukup,tidak kekurangan atau kelebihan.
  2. Aset tetap dan aset tidak berwujud di beli dengan harga yang murah.
  3. Aset tetap dan aset tidak berwujud ada dalam keadaan aman di perusahaan,tidak rusak atau pun hilang sehingga tersedia dan siap setiap saat untuk digunakan.

B. Cara pengendalian internal aset tetap dan aset tidak berwujud

  1. Membeli aset tetap dan aset tidak berwujud dengan harga murah dengan cara meminta kepada para pemasok mengajukan tawaran yang kompetitif.
  2. Harus di beri label dan nomor kode yang ditempelkan
  3. Harus dicatat secara terperinci agar mudah dicek dan dibebankan penyusutan atau amortisasinya,serta pelepasannya.
  4. Harus disimpan di tempat yang aman dan jika dipindahkan harus mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.
  5. Secara berkala harus diperiksa fisik semua aset sehingga diketahui kemungkinan adanya kerusakan.
  6. Harus diadakan catatan terperinci  tentang perawatan dan pemeliharaan aset tetap dan aset tidak berwujud.
  7. Pelepasan dan penjualan aset harus mendapatkan persetujuan pejabat yang berwenang.
  8. Aset yang beresiko tinggi harus diasuransikan.

4. Akuntansi Aset Tetap dan Aset Tidak Berwujud

        Tentang akuntansi aset tetap,meliputi perolehan: penyusutan: pelaporan,penarikan: pengeluaran ekuitas: dan pengeluaran pendapatan aset tetap: serta akuntansi aset tidak berwujud,meliputi amortisasi/deplesi serta harga perolehan aset tidak berwujud.
 

A. Aset Tetap

a. Biaya Perolehan

       Biaya perolehan aset tetap adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau kontruksi atau,jika dapat diterapkan.Jumlah yang diatribusikan keda aset pada pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain. (Dewan Standar Akuntansi Keuangan. 2009: 16:2)
 
Aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehannya,adapun biaya perolehan aset tetap meliputi :
  1. Harga perolehannya, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurani diskon pembelian dan potongan-potongan lain.
  2. Biaya-biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi atau kondisi yang diinginkan agar aset dapat digunakan sesuai keinginan dan maskud dari manajemen.
  3. Estimasi pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset.kewajiban terhadap biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain menghasilkan persediaan. (Dewan Standar Akuntansi Keuangan: 19: 16:2).

B. Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets)

a. Arti aset tidak berwujud.

 
        Aset tidak berwujud adalah aset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa ,disewakan kepada pihak lainnya,atau untuk tujuan administratif.(Dewan Standar Akuntansi Keuangan: 2009: 16:2).
 
Menurut PSAK No. 19 yang dimaksud aset non moneter adalah kas dan setara kas serta aset yang akan diterima dalam bentuk kas  yang jumlahnya pasti atau ditentukan.
 

b. Macam-macam aset tidak berwujud.

 
        Aset tidak berwujud dapat diperoleh dengan cara membeli atau dikembangkan sendiri oleh perusahaan.Aset tidak berwujud dapat dibedakan menurut sifat khususnya,metode amortisasi,hubungan dengan kegiatan usaha.Adapula aset tidak berwujud dibedakan berdasarkan eksistensinya,yaitu dibatasi ketentuan undang-undang,peraturan pemerintah,hak cipta,izin usaha. Demikianlah Aset Akuntansi : Pengertian, Jenis, Contoh, Manfaat  terimakasih.
 

Leave a Reply